So sorry for not posting some updates nowadays.
My son got ill, he got allergic due to some medicine he took.
No need to panic..all under control now, he still under medications but getting better everyday.
As for updating my blog, here are some of pictures i've taken when we were having a great times in Bandung few weeks ago while attending my cousin wedding.
My cousin is the bride.
Isn't she gorgeous with her beautiful wedding dress and her smile upon her sweet face ?
April 21, 2013
April 17, 2013
GA Winners of An Affair with LV Flopper
Hello winners,
Wait no more..here are your names...
Don't forget to tweet or email or inbox LV Flopper your email address to claim your giveaway.
Congratulations..
See you on our next affair.
Keep on crafting !
Wait no more..here are your names...
Don't forget to tweet or email or inbox LV Flopper your email address to claim your giveaway.
Congratulations..
See you on our next affair.
Keep on crafting !
March 27, 2013
Indonesian Crafter on TIFO Craft 2013 with Universitas Bakrie
Last Monday, my handmade crafter community, Indonesian Crafter was invited by Management Class of Universitas Bakrie to participate on their annual event called TIFO CRAFT 2013.
Acaranya seru banget..dengan persiapan yang sedikit bikin deg-degan buat panitia TIFO Craft maupun untuk para tutor dari Indonesian Crafters, tapi overall acaranya terbilang sukses dan kami para ibu - ibu dari IC merasa kembali muda karena dikelilingi oleh adik - adik mahasiswa yang sangat unyu - unyu..hahahhahaa..;p
Indonesia Crafter membuat 2 workshop pada saat event berlangsung, yaitu Character Doll dengan tutornya Mba Mega Dewi Chang dan Miniature Vehicle dengan mba Dini Kurnianing.
Kemudian kami juga memberikan sharing session dengan pembicara dari pihak Indonesian Crafter yaitu mba Sri Alderina dan saya sendiri, Chesiria Tattia.
Kami menceritaan awal mula berdirinya Indonesian Crafter sebagai komunitas crafter terbesar di Indonesia dan suka duka menggawangi komunitas yang membernya sudah mencapai ribuan. Lalu kami juga sharing cerita dengan adik - adik mahasiswa bahwa kami mendirikan Indonesian Crafter sebagai upaya kami untuk mengedukasi masyarakat bahwa seni kerajinan tangan itu harus menjadi sebuah perhatian karena selain mempunyai nilai estetika yang tinggi, kerajinan tangan juga bisa menjadi sebuah lapangan pekerjaan bagi orang banyak.
Para peserta workshop sangat antusias untuk mendapatkan ilmu baru tentang dunia kerajinan tangan, terbukti dengan penuhnya ruangan workshop saat kami memulai acara talkshow sampai masuk ke sesi workshopnya..
Pada saat workshop berlangsung, saya harus jaga stand di main stage..jadi foto - foto workshop saya ambil dari twitter panitia TIFO CRAFT dan sebagian dari kamera asisten para tutor kami.
Dan keriaan di main stage juga ngga kalah seru..adik - adik mahasiswa merubungi meja stand kami sambil pilih - pilih hasil kerajinan tangan apa yang cocok dari para member IC yang akan diadopsi oleh mereka..:)
Setelah acara talkshow dan workshop selesai, kami melanjutkan sesi foto - foto narsis kami (teteeeuuppp...) bersama para tutor dengan asisten - asistennya..dan maskot TIFO Craft 2013, si Zubo !
Dan sekali lagi bersama Indonesian Crafter dan panitia TIFO Craft 2013..
That was really one fun day with those youngsters who were very creative and skilled on running the event !
Kinda sad to say farewell that nite, and already miss them and our hectic-ness for preparing last minute order, but we surely hope they will remember us like we remember them and will surely glad if they invite us again for the next event.
Big thankies goes to our IC members : Mega Dewi Chang, Dini Kurnianing, Ira Rupina, Camelya, Indah Apsari, Retno Adriani, Mira Balya, Sri Alderina, Fika Pasla and Aleysha.
And those committee from TIFO Craft : Pasky Nurguna, Panji Pahlevi, Adtyanata Nugraha, Nicky Octavia, Nyoman (our workshop liason officer), and Astrid (our booth liason officer)
Keep on crafting, youngsters...:)
Acaranya seru banget..dengan persiapan yang sedikit bikin deg-degan buat panitia TIFO Craft maupun untuk para tutor dari Indonesian Crafters, tapi overall acaranya terbilang sukses dan kami para ibu - ibu dari IC merasa kembali muda karena dikelilingi oleh adik - adik mahasiswa yang sangat unyu - unyu..hahahhahaa..;p
Indonesia Crafter membuat 2 workshop pada saat event berlangsung, yaitu Character Doll dengan tutornya Mba Mega Dewi Chang dan Miniature Vehicle dengan mba Dini Kurnianing.
Kemudian kami juga memberikan sharing session dengan pembicara dari pihak Indonesian Crafter yaitu mba Sri Alderina dan saya sendiri, Chesiria Tattia.
Kami menceritaan awal mula berdirinya Indonesian Crafter sebagai komunitas crafter terbesar di Indonesia dan suka duka menggawangi komunitas yang membernya sudah mencapai ribuan. Lalu kami juga sharing cerita dengan adik - adik mahasiswa bahwa kami mendirikan Indonesian Crafter sebagai upaya kami untuk mengedukasi masyarakat bahwa seni kerajinan tangan itu harus menjadi sebuah perhatian karena selain mempunyai nilai estetika yang tinggi, kerajinan tangan juga bisa menjadi sebuah lapangan pekerjaan bagi orang banyak.
Para peserta workshop sangat antusias untuk mendapatkan ilmu baru tentang dunia kerajinan tangan, terbukti dengan penuhnya ruangan workshop saat kami memulai acara talkshow sampai masuk ke sesi workshopnya..
Pada saat workshop berlangsung, saya harus jaga stand di main stage..jadi foto - foto workshop saya ambil dari twitter panitia TIFO CRAFT dan sebagian dari kamera asisten para tutor kami.
Dan keriaan di main stage juga ngga kalah seru..adik - adik mahasiswa merubungi meja stand kami sambil pilih - pilih hasil kerajinan tangan apa yang cocok dari para member IC yang akan diadopsi oleh mereka..:)
Setelah acara talkshow dan workshop selesai, kami melanjutkan sesi foto - foto narsis kami (teteeeuuppp...) bersama para tutor dengan asisten - asistennya..dan maskot TIFO Craft 2013, si Zubo !
Dan sekali lagi bersama Indonesian Crafter dan panitia TIFO Craft 2013..
That was really one fun day with those youngsters who were very creative and skilled on running the event !
Kinda sad to say farewell that nite, and already miss them and our hectic-ness for preparing last minute order, but we surely hope they will remember us like we remember them and will surely glad if they invite us again for the next event.
Big thankies goes to our IC members : Mega Dewi Chang, Dini Kurnianing, Ira Rupina, Camelya, Indah Apsari, Retno Adriani, Mira Balya, Sri Alderina, Fika Pasla and Aleysha.
And those committee from TIFO Craft : Pasky Nurguna, Panji Pahlevi, Adtyanata Nugraha, Nicky Octavia, Nyoman (our workshop liason officer), and Astrid (our booth liason officer)
Keep on crafting, youngsters...:)
March 14, 2013
Sendratari Wayang Orang Jawa
Sebagai seorang Jawa tulen (ayah saya orang Jogja, ibu saya orang Solo) saya cinta sekali pada kebudayaan Jawa.
Tarian Jawa, cerita - cerita dari Jawa, makanan Jawa (sebetulnya saya suka makan apa aja, tapi entah kenapa masakan Jawa selalu mengingatkan saya akan rumah) sampai urban legend asal Jawa pun saya selalu antusias mendengar kisahnya.
Bukan berarti saya ngga cinta pada kebudayaan yang lain, tapi di dalam darah saya mengalir kata - kata "Jawa" dan membuat saya selalu merindukan apapun yang beraroma Jawa.
Saya lahir dari keluarga seniman Jawa.
Keluarga besar ibu saya dulu adalah penari istana pada saat kepemimpinan Presiden Soekarno.
Sedangkan keluarga besar ayah saya adalah penyanyi dan pelukis. Eyang saya dari pihak ayah sangat pintar dalam menciptakan lagu, beliau hapal seluruh tangga nada dan not balok hanya dengan menggumamkan senandung lagunya.
Tapi saya justru heran, kenapa saya kurang bisa nari Jawa ??
Kenapa suara saya sangat bagus hanya pada saat bernyanyi di kamar mandi ?? Hahahahhaha...
Dulu waktu sd, saya pernah belajar nari Jawa.
Pertama, jadi rusa. Saya lupa nama tariannya.
Gerakannya lincah, seperti anak rusa, berlari kesana kemari mengitari panggung.
Lalu jadi anaknya ratu.
Kalo yang ini hampir tidak ada gerakan sama sekali walaupun masih menari...karena gerakannya sangat pelan dan lembut, saking lembut dan pelannya, saya hampir tertidur saat itu.
Beranjak besar, saya ngga begitu mendalami tarian Jawa lagi.
Mungkin karena saya belum kuat hati.
Seorang penari Jawa, menurut saya, haruslah mampu mememendam seluruh perasaannya dalam - dalam, tapi harus bisa mengalirkan perasaan yang terpendam itu ke dalam gerakan tari di kepala, tangan, badan serta kaki mereka.
Beda dengan penari Bali yang amat lincah, menghentak, meluap - luap emosinya. Sangat energik.
Seorang penari Jawa memendam betul emosi mereka tapi harus bisa terlihat oleh penontonnya pada saat mereka menarikan lakonnya.
Itu yang susah buat saya.
Pada saat remaja, saya adalah tipe remaja yang pecicilan.
Rame, suka ketawa ngakak - ngakak, dan meluap - luap.
Kalo saya harus memendam emosi dan perasaan saya pada saat menari, saya ngga sanggup. Bukannya memberikan tontonan yang cantik, nanti saya malah dikira lagi dagelan. Hahahahhaha..
Tapi saya dulu juga belajar nari Bali dan Yapong. Dan modern dance.
Yep..:)
Dan satu hal yang sekali lagi membuat saya jatuh cinta terhadap tanah leluhur saya adalah Sendratari Wayang Orang.
Saya suka sekali nonton Wayang Orang.
Entah itu baju - bajunya, dandanan mereka, sampai pada gerakan lembut pada saat mereka menari sebagai putri atau pangeran, atau juga gerakan yang penuh dinamis pada saat mereka menari sebagai ksatria atau bhuto (raksasa).
Salah satu kelompok wayang orang yang paling saya kagumi adalah kelompok Wayang Orang Bharata.
Karena dulu ibu saya, bude saya, sampai adik saya pernah tergabung di dalamnya..oh dan ini menjadi PR saya untuk membongkar tumpukan foto - foto saat mereka pentas..nanti saya update lagi fotonya yaa..:)
Dulu hampir setiap minggu saya dan ayah saya mengantar, dan menjemput ibu atau adik saya latihan nari di WO Bharata.
Wajah - wajah cantik dan tampan yang sering saya lihat di tv, pada saat di luar panggung menjadi wajah - wajah seperti orang kebanyakan saja yang bisa saya temui di sepanjang jalan.
Tapi begitu mereka mulai menari...kayak ada ruh yang datang dan mengambil alih tubuh mereka dan mereka pun berubah menjadi sang Gatotkaca, sang Arjuna, sang Shinta, sang Rama.
Sungguh mereka sangat cantik dan tampan walau hanya berbalut kaos partai dan celana yoga !
Dan tempat favorite saya sewaktu mereka pentas adalah backstage.
Di backstage, saya bisa melihat mereka bertransformasi menjadi lakon yang mereka bawakan.
Saya bisa bertemu Gatotkaca, bisa bertemu Bhuto Ijo, bisa bertemu Arjuna. Bisa ketemu Srikandi.
Duuhh..rasanya pengen balik jadi anak kecil...
Nonton wayang orang buat saya adalah jadi salah satu hiburan yang penting, karena saya udah mulai bosan dengan segala sesuatu yang berbau K-Pop atau J-Pop atau Hip Hop...hahahahaha....
Dan juga berfungsi untuk menetapkan kaki saya supaya tetap menginjak tanah pada tanah leluhur saya, JAWA.
Jawa akan selalu mengalir di dalam darah saya dan darah anak cucu saya.
Semoga kelak mereka juga akan dengan bangganya mengatakan bahwa...
"Saya bangga jadi orang JAWA, namun terlebih bangga lagi jadi orang INDONESIA !"
Wayang Orang Bharata :
Jl. Kalilio no 15, Senen, Jakarta Pusat
Jakarta, Indonesia
Foto - foto diambil dari sini.
Tarian Jawa, cerita - cerita dari Jawa, makanan Jawa (sebetulnya saya suka makan apa aja, tapi entah kenapa masakan Jawa selalu mengingatkan saya akan rumah) sampai urban legend asal Jawa pun saya selalu antusias mendengar kisahnya.
Bukan berarti saya ngga cinta pada kebudayaan yang lain, tapi di dalam darah saya mengalir kata - kata "Jawa" dan membuat saya selalu merindukan apapun yang beraroma Jawa.
Saya lahir dari keluarga seniman Jawa.
Keluarga besar ibu saya dulu adalah penari istana pada saat kepemimpinan Presiden Soekarno.
Sedangkan keluarga besar ayah saya adalah penyanyi dan pelukis. Eyang saya dari pihak ayah sangat pintar dalam menciptakan lagu, beliau hapal seluruh tangga nada dan not balok hanya dengan menggumamkan senandung lagunya.
Tapi saya justru heran, kenapa saya kurang bisa nari Jawa ??
Kenapa suara saya sangat bagus hanya pada saat bernyanyi di kamar mandi ?? Hahahahhaha...
Dulu waktu sd, saya pernah belajar nari Jawa.
Pertama, jadi rusa. Saya lupa nama tariannya.
Gerakannya lincah, seperti anak rusa, berlari kesana kemari mengitari panggung.
Lalu jadi anaknya ratu.
Kalo yang ini hampir tidak ada gerakan sama sekali walaupun masih menari...karena gerakannya sangat pelan dan lembut, saking lembut dan pelannya, saya hampir tertidur saat itu.
Beranjak besar, saya ngga begitu mendalami tarian Jawa lagi.
Mungkin karena saya belum kuat hati.
Seorang penari Jawa, menurut saya, haruslah mampu mememendam seluruh perasaannya dalam - dalam, tapi harus bisa mengalirkan perasaan yang terpendam itu ke dalam gerakan tari di kepala, tangan, badan serta kaki mereka.
Beda dengan penari Bali yang amat lincah, menghentak, meluap - luap emosinya. Sangat energik.
Seorang penari Jawa memendam betul emosi mereka tapi harus bisa terlihat oleh penontonnya pada saat mereka menarikan lakonnya.
Itu yang susah buat saya.
Pada saat remaja, saya adalah tipe remaja yang pecicilan.
Rame, suka ketawa ngakak - ngakak, dan meluap - luap.
Kalo saya harus memendam emosi dan perasaan saya pada saat menari, saya ngga sanggup. Bukannya memberikan tontonan yang cantik, nanti saya malah dikira lagi dagelan. Hahahahhaha..
Tapi saya dulu juga belajar nari Bali dan Yapong. Dan modern dance.
Yep..:)
Dan satu hal yang sekali lagi membuat saya jatuh cinta terhadap tanah leluhur saya adalah Sendratari Wayang Orang.
Saya suka sekali nonton Wayang Orang.
Entah itu baju - bajunya, dandanan mereka, sampai pada gerakan lembut pada saat mereka menari sebagai putri atau pangeran, atau juga gerakan yang penuh dinamis pada saat mereka menari sebagai ksatria atau bhuto (raksasa).
Salah satu kelompok wayang orang yang paling saya kagumi adalah kelompok Wayang Orang Bharata.
Karena dulu ibu saya, bude saya, sampai adik saya pernah tergabung di dalamnya..oh dan ini menjadi PR saya untuk membongkar tumpukan foto - foto saat mereka pentas..nanti saya update lagi fotonya yaa..:)
Dulu hampir setiap minggu saya dan ayah saya mengantar, dan menjemput ibu atau adik saya latihan nari di WO Bharata.
Wajah - wajah cantik dan tampan yang sering saya lihat di tv, pada saat di luar panggung menjadi wajah - wajah seperti orang kebanyakan saja yang bisa saya temui di sepanjang jalan.
Tapi begitu mereka mulai menari...kayak ada ruh yang datang dan mengambil alih tubuh mereka dan mereka pun berubah menjadi sang Gatotkaca, sang Arjuna, sang Shinta, sang Rama.
Sungguh mereka sangat cantik dan tampan walau hanya berbalut kaos partai dan celana yoga !
Dan tempat favorite saya sewaktu mereka pentas adalah backstage.
Di backstage, saya bisa melihat mereka bertransformasi menjadi lakon yang mereka bawakan.
Saya bisa bertemu Gatotkaca, bisa bertemu Bhuto Ijo, bisa bertemu Arjuna. Bisa ketemu Srikandi.
Duuhh..rasanya pengen balik jadi anak kecil...
Nonton wayang orang buat saya adalah jadi salah satu hiburan yang penting, karena saya udah mulai bosan dengan segala sesuatu yang berbau K-Pop atau J-Pop atau Hip Hop...hahahahaha....
Dan juga berfungsi untuk menetapkan kaki saya supaya tetap menginjak tanah pada tanah leluhur saya, JAWA.
Jawa akan selalu mengalir di dalam darah saya dan darah anak cucu saya.
Semoga kelak mereka juga akan dengan bangganya mengatakan bahwa...
"Saya bangga jadi orang JAWA, namun terlebih bangga lagi jadi orang INDONESIA !"
Wayang Orang Bharata :
Jl. Kalilio no 15, Senen, Jakarta Pusat
Jakarta, Indonesia
Foto - foto diambil dari sini.
March 13, 2013
Fun Bazaar at Playparq Bintaro
Last weekend, with some of my crafty girls from Indonesian Crafter joined a bazaar at Playparq Bintaro.
That was so much fun though the weather was very hot and humid, and we sorta felt like a bunch of chickens coming out from the oven and we got dehydrated sooo much. But it was nice to have a girls chat and taking a small break from the routines of housewives chores.
Looking forward to join another bazaar with them again..
See you on next bazaar..:)
That was so much fun though the weather was very hot and humid, and we sorta felt like a bunch of chickens coming out from the oven and we got dehydrated sooo much. But it was nice to have a girls chat and taking a small break from the routines of housewives chores.
Looking forward to join another bazaar with them again..
See you on next bazaar..:)
Subscribe to:
Posts (Atom)





























